Widget HTML #1

Akhir Tahun 2023 Kebangkitan Dollar AS Dimulai - Market Summary 29 Desember 2023


Market Summary, 29 Desember 2023


Kebangkitan Dollar AS Dimulai
Menjelang penutupan tahun 2023 di hari perdagangan terakhir, justru mata uang Dollar AS mengalami penguatan. Kebangkitan mata uang Amerika ini timbul setelah adanya kenaikan di yield obligasi dengan tenor 10 tahun. Namun penguatan ini dinilai sementara imbas sekitar 90% meyakini bahwa The Fed akan memangkas suku bunganya Maret 2024 nanti. Indeks Dollar AS (DXY) mulai naik dari level 100,80 ke level 101,11.

Aksi Profit Taking Melanda Euro
Setelah mata uang Euro berhasil menguat dan menyentuh level tertinggi hariannya, menggoda para pelaku pasar untuk mengambil aksi profit taking. Hal tersebut membuat pergerakan mata uang Euro mulai melemah. Pelemahan ini diprediksi hanya sementara dan terbatas imbas sentiment market yang negative untuk Dollar.

Poundsterling Mengalami Tekanan
Mata uang Poundsterling mulai melemah terbatas dan sementara. Terlebih setelah level tertinggi harian dan tertinggi dalam 5 bulan di sentuh. Aksi profit taking yang dilakukan oleh para pelaku pasar membuat Poundsterling melemah. Disisi lain penguatan yang mulai nampak pada Dollar AS turut menekan pergerakan mata uang Poundsterling

Ketegangan Laut Merah Mereda, Harga Minyak Anjlok 
Meredanya ketegangan di laut merah Dimana kembali dilaluinya distribusi bahan bakar minyak, membuat harga minyak anjlok. Disisi lain di tengah kekhawatiran tentang peningkatan pasokan minyak mentah global dan melambatnya pertumbuhan permintaan, sementara konflik geopolitik dan pengurangan produksi OPEC+ gagal mengangkat harga. Patokan minyak AS telah menurun sekitar 10% tahun ini. Harga minyak mengalami kenaikan jangka pendek dalam tahun ini yang sebagian besar didorong oleh pengurangan produksi OPEC+, perang Israel-Hamas, dan ekspektasi penurunan suku bunga dari Federal Reserve AS. Namun, meningkatnya tanda-tanda peningkatan produksi minyak mentah global.

Akhir Tahun 2023 Aksi Profit Taking Warnai Emas
Menjelang penutupan tahun 2023 ini, harga emas justru mengalami penurunan. Sebelumnya dalam beberapa hari terakhir harga emas justru terus melonjak naik. Kenaikan harga emas sudah berhasil menyentuh level tertingginya di US $2088 sedikit lagi menuju US $2100. Namun jelang hari terakhir perdagangan market di tahun 2023 para pelaku pasar melakukan aksi profit taking dan menekan harga emas hingga ke level terendah harian US $2065. Secara tekhnikal peluang kenaikan emas masih akan ada ditengah sentiment market yang negative untuk Dollar AS.

Pelemahan Aussie Mulai Nampak
Pelemahan mata uang Aussie mulai nampak, terlebih setelah kondisi mata uang Australia ini berhasil menyentuh level tertingginya di 0,68700. aksi ambil untung yang dilakukan para pelaku pasar secara masif telah menekan pergerakan mata uang Aussie terhadap Dollar AS. Namun pelemahan ini dinilai terbatas dan sementara.

Positivenya Wallstreet Dorong Hangseng Bangkit
Ditengah positivenya hasil bursa saham Wallstreet terutama untuk saham sektor financial dan property, mendorong pergerakan indeks saham Hangseng untuk bangkit dari level terendahnya. Peluang kenaikan Hangseng ini diprediksi masih akan mencoba berlanjut imbas aksi beli para investor.

Kenaikan Terbatas Warnai Nikkei
Setelah adanya pelemahan yang kembali melanda Yen, membuat pergerakan indeks saham Nikkei mulai bangkit dari level terendahnya. Namun kenaikan ini dinilai hanya sementara dan terbatas mengingat peluang penguatan Yen masih terbuka lebar.

Focus Data Ekonomi
Di hari terakhir perdagangan market pada tahun 2023 ini, sepi akan rilis data ekonomi. Hanya siang nanti akan ada data Inggris yaitu Nationwide HPI MoM dan YoY . Dilanjutkan dari Swiss yaitu KOF Leading Indicator. Dan pada malam nanti akan ada data AS yaitu Chicago PMI.

(klik pada gambar untuk memperbesar)
Lihat juga jadwal rilis data ekonomi harian pada halaman Kalender Ekonomi.


Posting Komentar untuk "Akhir Tahun 2023 Kebangkitan Dollar AS Dimulai - Market Summary 29 Desember 2023"