Widget HTML #1

Market Review 2023 : The Fed Menutup Tahun 2023 Dengan Penuh Kejutan


Bank Sentral utama terus menaikkan suku bunga sepanjang tahun 2023 sebagai upaya melawan inflasi, kecuali Bank of Japan. Kita telah sampai pada titik di mana sebagian besar orang berhenti sejenak untuk menilai dampak kenaikan ini terhadap perekonomian masing-masing negara. Semua negara bersikap hawkish terhadap perkiraan mereka dengan retorika yang bertujuan untuk tidak mengklaim kemenangan atas inflasi terlalu dini.

Pergerakan ini meningkat pada akhir bulan Oktober dan November seiring dengan kenaikan yang kuat pada ekuitas global, imbal hasil obligasi jangka panjang yang lebih rendah dan USD yang lebih rendah. Nampaknya narasi tersebut sekali lagi berubah menjadi “Siapa yang akan menjadi Bank Sentral pertama yang menurunkan suku bunga dan seberapa cepat Bank Sentral lainnya akan mengikuti pada tahun 2024?”.

Kebijakan moneter pada tahun 2024 kemungkinan akan berdampak pada mata uang dan menjadi fokus utama. Pergerakan kebijakan agresif pada tahun 2023 kemungkinan besar akan dibatalkan pada tahun depan setelah Bank Sentral mulai menurunkan suku bunga. Risikonya adalah jika inflasi tetap tinggi, yang akan menyebabkan Bank Sentral mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama dari perkiraan.

Saham dan obligasi telah melonjak pada penghujung tahun 2023 ini, setelah Federal Reserve mengisyaratkan kenaikan suku bunga telah berakhir dan pemotongan suku bunga akan segera dilakukan.

S&P 500 berjarak kurang dari 2% dari level tertinggi sepanjang masa yang terakhir terlihat pada Januari 2022, dan reli meluas hanya dari perusahaan teknologi besar. Sedangkan Dow Jones mencetak harga tertinggi baru sepanjang masa. Imbal hasil Treasury 10 tahun ditutup kembali di bawah 4% untuk pertama kalinya sejak Juli.

(klik pada gambar untuk memperbesar)




JANUARI 2023
Perhatian Inflasi Konsumen Amerika Serikat mendorong suku bunga agresif.
Harga konsumen yang masih relatif tinggi mendorong spekulasi kenaikan suku bunga agresif sebesar 50 bps.
Federal Reserve menaikkan kisaran target suku bunga sebesar 25 bps menjadi 4,50% hingga 4,75% seperti yang diharapkan.
Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga sebesar 50 bps menjadi 3,00% sesuai perkiraan & mengisyaratkan kemungkinan kenaikan 50 bps lagi di bulan Maret.
Bank of England memberikan suara 7- 2 untuk kenaikan suku bunga 50bps menjadi 4,00%.


FEBRUARI 2023
Sorotan kembali konflik geopolitik Ukraina-Rusia.
Kunjungan mendadak presiden Amerika Serikat Joe Biden ke kota Kyiv, menjadi sorotan kembali perang Ukraina-Rusia. Hal ini tidak membantu jika Korea Utara meluncurkan beberapa rudal ke Pasifik pada bulan Februari, sehingga tetap menimbulkan kegelisahan geopolitik.


MARET 2023
Krisis perbankan pada Credit Suisse memicu penghindaran risiko baru setelah Credit Suisse mengumumkan “kekurangan yang signifikan” dalam prosedur laporan keuangannya.


APRIL 2023
Terpilihnya Kazuo Ueda sebagai kepala Bank Sentral Jepang. Gubernur baru BoJ Kazuo Ueda dalam pidatonya barunya membahas bahwa kebijakan moneter ultra-longgar saat ini adalah tepat untuk saat ini, mengingat data inflasi terbaru.


JULI 2023 
Akhir kenaikan suku bunga The Fed.
Suku bunga Fed mulai di pertahankan pada 5.50% di saat inflasi Amerika Serikat mulai melandai, sehingga sikap kehati-hatian kebijakan tersebut mulai menjadi fokus utama The Fed.

AGUSTUS 2023 
Simposium tahunan Jackson Hole.
Pertemuan para gubernur bank sentral utama.
Pidato Gubernur The Fed, Jerome Powell pada tanggal 25 Agustus 2023, event ini menjadi perhatian paling besar karena pasar mencari petunjuk mengenai langkah kebijakan The Fed selanjutnya. Pada event tersebut Jerome Powell mengisyaratkan jeda dalam kenaikan suku bunga untuk pertemuan bulan November dan Desember.

OKTOBER 2023
Konflik antara kelompok Hamas dengan Israel Pada tanggal 7 Oktober 2023, kelompok militan Palestina yang dipimpin oleh Hamas melancarkan invasi dan serangan besar-besaran terhadap Israel dari Jalur Gaza, menerobos tembok pembatas Gaza-Israel dan memaksa masuk melalui penyeberangan perbatasan Gaza ke pemukiman terdekat dan instalasi militer Israel. Dari konflik tersebut berdampak pada kenaikan harga logam mulia emas dan komoditi energi.

(klik pada gambar untuk memperbesar)



DESEMBER 2023 
Bank of England, Fed dan ECB siap untuk mempertahankan suku bunga.
Bank-bank sentral terbesar di dunia barat siap untuk mempertahankan suku bunga pada minggu ini di tengah kekhawatiran terhadap tingginya inflasi.
Kejutan Federal Reserve pada akhir tahun 2023 pada tetap mempertahankan suku bunga 5.50% dan mengisyaratkan prospek penurunan suku bunga sebesar 75 basis poin pada tahun 2024.
Bulan Desember ini juga membuat Sejarah harga emas membuat harga tertinggi baru sepanjang masa di $2140, serta harga tertinggi baru juga untuk Index Saham Dow Jones dan Index Saham Nasdaq.

Suku bunga terkini 
(klik pada gambar untuk memperbesar)




Posting Komentar untuk "Market Review 2023 : The Fed Menutup Tahun 2023 Dengan Penuh Kejutan"